ASTRONOMI

SEMESTER I

Sabtu, 01 Desember 2012

Yang Faham Yang Bicara


“Man aamana bi Allahi wa al-yaumi al-akhiri falyaqul khoiran au liyashmutu”. (Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah berkata dengan kata-kata yang baik atau diam). Inilah hal yang diperintahkan Rasulullah SAW 14 abad yang lalu. Penulis merasa hal ini masih cukup relevan sampai saat ini sebagai upaya untuk menjaga hubungan sosial dalam bermasyarakat.
Namun kayaknya ajaran itu sudah mulai ditinggalkan karena tuntutan-tuntutan politik dan perebutan pengaruh. Inilah hal yang tidak bisa kita pungkiri ketika melihat fenomena pengklaiman Gus Dur sebagai seorang koruptor oleh Habib Muhsin. Pertanyaannya kemudian pantaskah hal ini dilakukan oleh seorang mu’min? Menuduh seseorang tanpa adanya bukti? Fakta pun telah membuktikan bahwa gus dur tidaklah lengser karena korupsi, melainkan lengser karena  politik pada saat itu, setelah beliau mencabut Jenderal (Pol) R. Suroyo Bimantoro tanpa konsultasi kepada DPR.
Penulis menganggap bahwa perbuatan yang demikian itu hanya akan memecah belah umat islam sendiri. Di samping juga menyulut pergeseketaan antara kelompok yang ada. Maka dari itu penulis menilai bahwa diamlah jalan yang terbaik. Dan lebih baik lagi bila mengembalikan urusan tersebut kepada pihak yang berwenang dan lebih memahami persoalannya dari pada memberi komentar dengan pengetahuan yang dangkal. Ingat, Idza wusida al-amru ghoira ahlihi fantadziri as-sa’ah (Ketika suatu permaslah diserahkan pada orang yang bukah ahlinya, maka tunggulah hari kiamat).

Rabu, 28 November 2012

و بعض الأعلام عليه دخلا * للمح ما قد كان عنه نقلا


Pentingnya Sebuah Nama
Ketika saya menyampaikan nadhom ini saat mempresentasikan majalah bayangan di gedong songo, ada sebagian teman-teman yang bertanya, "Apa hubungannya nadhom tersebut dengan majalah yang mau dipresentasikan?”. Sebenarnya lewat nadhom tersebut saya hanya ingin menyampaikan bahwa hendaknya tidak sembarangan dalam memberikan nama apapun, baik orang, majalah, dan lain sebagainya. Paling tidak ada nilai filosofis atau harapan, tabarrukan dari pemberian nama tersebut. Dalam nadhom tersebut, tampak jelas bahwa nama dengan kata-kata yang dipakainya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan maksud asal kata-kata tersebut. Katakanlah nama Al-Haris. Makna asal dari kata tersebut adalah orang yang menjaga. Mungkin orang yang memakai nama tersebut menginginkan supaya orang yang diberi nama bisa menjaga iman atau taqwanya. Begitu pula yang saya dan teman-teman kru majalah “Prasasti” kehendaki. Ada harapan yang tersimpan dengan pemberian nama tersebut kepada maalah yang fokus menyorot sejarah, yaitu supaya dengan hadirnya majalah tersebut diharapkan bisa menjadi referensi yang available, believable sebagaimana prasasti yang ada.

Jumat, 15 Juni 2012

Asrof Fitri Menyabet Gelar Mahasiswa Berprestasi


Rabu, 13 Juni – Justisia mengadakan acara penganugerahan “Justisia Award” di hotel Siliwangi. Acara ini merupakan salah satu agenda dari rangkaian acara seminar nasional yang bertemakan “Ke-tidak Bebasan Beragama dan Masalah Intoleransi, Potret Mutakhir Kehidupan Keberagamaan Di Indonesia”  dan launching buku “MelampauiSekat : Pentakostalisme dan dialog antar agama”.
Dalam penganugerahan “Justisia Award” tersebut, ada 5 kategori yang disematkan kepada mahasiswa dan dosen, yaitu kategori mahasiswa berprestasi, mahasiswsa terkreatif, dosen inspiratif, dosen terfavorit dan dosen terproduktif.
Di kategori mahasiswa berprestasi, Asrof Ftri (Mahasiswa Konsentrasi Ilmu Falak Angkatan 2009) berhasil meraih gelar tersebut.
“Gelar ini didasarkan pada nilai IPK, keaktifan di organisasi dan keseringan tulisannya dimuat di media massa” tutur mc. “Dia (Asrof Fitri) adalah mahasiswa dengan nilai IPK 3,89, pemimpin redaksi majalah zenith dan sering menulis di media massa” tambahnya.
Asrof sendiri merasa hal ini kurang pantas untuk disematkan kepadanya. “Ini hanya keberuntungan semata, banyak teman-teman yang lebih berhak dari saya” ucapnya ketika diminta memberikan kata-kata.     

Minggu, 10 Juni 2012

Humor

Melihat Syeitan

Ada seorang pemuda minta petunjuk kepada Nasrodin Hoja.

"Ya Mulloh...,"katanya," Aku ingin melihat syetan agar lebih siap untuk melawannya, lalu bagaimana caranya?"

"Ohh... Gampang itu !!" jawab yang ditanya enteng.

"Masuk aja ke kamarmu lalu bercerminlah!!" lanjut Mullah.

"Truzz..???" potong si pemuda.

"Itulah wajah syetan..!!" jawab Nasrodin Hoja dengan enteng sambil ngeluyur pergi.

Si pemuda: ". . . . . . . . . ."


#gremeng2_GAPLEKZ !!

Humor


 
Air Musta’mal menurut Udin
 
Suatu malam ketika Ustadz sedang mengajar santri santrinya.

Ustadz: "Badrun, ada berapa pembagian air, sebutkan?!"
Badrun: "Ada 4 Ustadz, air mutlak, musta'mal, musyamas, dan mutanajis."
Ustadz: "Bagus! Nah, kamu Udin, sebutkan contoh air musta'mal?!"
Udin: "Air kelapa, air kopi, air teh, susu, fanta, sprite, cocacola...."
Badrun: "Yang haus... yang haus... yang haus..." (si Badrun ikut nyeletuk)
Santri: "gerrrrr...."